MTs HASYIM ASY'ARI MALANG

MTs Hasyim Asy’ari

Berita Terbaru dan Artikel

Cara Membuat Puisi yang Benar dan Menarik

Apa kamu pernah membuat puisi? Baik itu untuk memenuhi tugas sekolah atau hanya hobi saja. Menurut definisinya, puisi adalah karangan yang mengekspresikan pikiran atau perasaan penulisnya (penyair) melalui keindahan kata-kata. Jadi, dalam teks puisi, kita bisa mengungkapkan perasaan senang, sedih, rindu, gelisah, atau pengagungan dalam bahasa yang indah.

Untuk dapat membuat teks puisi yang baik dan benar, kamu harus paham terlebih dahulu mengenai unsur-unsur pembangun puisi, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Nah, penjelasan mengenai unsur-unsur pembangun puisi sudah dibahas secara lengkap di artikel, “Unsur Ekstrinsik & Intrinsik Pembangun Puisi“, ya.

Setelah mengetahui materi tentang pengertian dan unsur pembangun puisi, sekarang kita lanjut ke bahasan cara membuat puisi yang benar dan menarik. Mungkin sebagian di antara kamu, berpikiran bahwa sepertinya membuat puisi itu mudah. Namun, pada kenyataannya, banyak yang harus diperhatikan loh agar teks puisi itu sendiri menarik saat dibaca dan mudah dipahami oleh pembaca.

Lalu, bagaimana cara membuat puisi yang baik dan benar? Yuk, kita pelajari!

1. Menentukan Tema dan Judul yang Menarik

Langkah pertama dalam membuat puisi adalah, pilihlah satu tema yang kita inginkan sebagai acuan dalam membuat puisi. Tema puisi ada banyak sekali. Jadi, sebisa mungkin pilihlah tema yang benar-benar menarik.

Setelah menentukan tema, langkah selanjutnya adalah menentukan judul yang berpacu pada tema. Misalnya saja, kita mau membuat puisi bertema pujian terhadap seseorang/pahlawan, maka kamu bisa beri judul dengan nama orang/pahlwan tersebut.

 

2. Menentukan Kata Kunci

Setelah menentukan tema dan judul puisi, langkah selanjutnya adalah menentukan kata kunci. Jika kamu telah menemukan tema, misalnya tadi pujian terhadap guru, maka selanjutnya adalah menemukan kata kunci yang berkaitan dengan pujian atau rasa syukur tersebut.

Apabila sudah dirasa cukup untuk memulai membuat puisi, maka kamu tinggal mengembangkannya dalam sebuah kalimat atau larik puisi. Misalnya, satu kata kunci digunakan untuk satu larik. Atau bisa saja, satu kata kunci kemudian dikembangkan menjadi satu bait.

 

3. Menggunakan Diksi

Langkah menulis puisi selanjutnya adalah menentukan diksi atau pemilihan kata. Diksi bisa menjadi keunikan dalam sebuah puisi. Banyak puisi bagus yang menggunakan diksi sederhana, tapi ada juga puisi dengan diksi yang jarang didengar orang.

Nah, jika kamu ingin membuat teks puisi yang tidak biasa, kamu bisa gunakan gaya bahasa/majas. Gaya bahasa adalah penggunaan kata-kata dalam berbicara maupun menulis untuk memberikan efek-efek tertentu bagi pendengar atau pembaca. Misalnya, menggunakan majas perbandingan atau majas metafora.

 

4. Menggunakan Rima

Bima juga termasuk unsur esensial yang bisa membuat puisimu terdengar menarik dan indah. Rima adalah bunyi yang ditimbulkan oleh huruf atau kata. Rima dapat berupa pengulangan bunyi dengan sajak a-a-a-a, a-a-b-b, atau a-b-a-b. Contoh:

Di masa pembangunan ini
Tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak genta. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati

(Dikutip dari puisi berjudul Diponegoro karya Khairil Anwar)

 

5. Kembangkan Puisi Seindah Mungkin

Selanjutnya, agar puisi yang kamu buat menarik untuk didengarkan, kamu bisa mengembangkan semua langkah di atas. Caranya, susun kata-kata dan larik-larik puisi menjadi bait-bait. Kembangkanlah menjadi satu puisi yang utuh dan bermakna.

Kamu harus ingat bahwa puisi bukanlah sebuah artikel. Tulisan yang kamu buat untuk puisi harus ringkas, padat, sekaligus indah. Pilihlah kata yang sesuai yang mewakili unsur keindahan sekaligus makna yang padat.

Ingatlah tiga hal yang berkaitan dengan kata dan larik dalam menulis puisi, yaitu:

Kata adalah satuan rangkaian bunyi yang ritmis atau indah, atau yang merdu.
Makna kata bisa menimbulkan banyak tafsir.
Mengandung imajinasi mendalam tentang hal yang dibicarakan.

Nah, setelah mengikuti langkah-langkah dalam membuat puisi di atas, berikut diberikan beberapa contoh puisi yang bisa kamu jadikan referensi.

Pada Suatu Hari Nanti

Pada suatu hari nanti
Jasadku tak akan ada lagi
Tapi dalam bait-bait sajak ini
Kau takkan kurelakan sendiri

Pada suatu hari nanti
Suaraku tak terdengar lagi
Tapi di antara larik-larik sajak ini
Kau akan tetap kusiasati

Pada suatu hari nanti
Impianku pun tak dikenal lagi
Namun di sela-sela huruf sajak ini
Kau takkan letih-letihnya kucari

Karya : Sapardi Djoko Damono

©Copyright by Mts Hasyim Asy’ari